Model dan Evaluasi
Pembelajaran Sains
“Tangguh dan Responsif”
Assalamualaikum,
Hei readers, izinkan saya Titien Suprihatien me-review perkuliahan mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains.
Sebelumnya saya mau curhat dulu, hehe. Jadi saya sudah 21 tahun menyelesaikan S1 di Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Jambi dan saat ini baru ada kesempatan untuk melanjutkan studi di program magister IPA.
Dan senangnya saya kembali bertemu dengan dosen-dosen saya dulu. Termasuk di mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains, kami diampu oleh Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si. Beliau dahulu juga mengampu mata kuliah kimia organik 3. Istimewanya walaupun sudah 21 tahun berlalu beliau masih energik.
Oke kita spill hasil kuliah pada pertemuan pertama ya~~~
Jadi di pertemuan pertama, kami belajar tentang model-model
pembelajaran.
Diantaranya:
1.Cybergogy
2.Peeragogy
3.Heutagogy
Cybergogy adalah pembelajaran yang berbasis
teknologi. Jadi pada pembelajaran ini teknologi tidak hanya menjadi alat teknis
saja, tetapi benar-benara menjadi tulang-tulang yang menyusun rangka dari
pembelajaran dengan pendekatan virtual termasuk lingkungan belajar yang virtual
juga dan bertujuan untuk pembelajaran yang mengembangkan aspek kognitif,
sosial, dan emosional siswa.
Saat ini, semua pengetahuan sudah berada di genggaman kita, jadi kecerdasan tidak lagi menjadi hal yang utama, karena kita bisa mengetahui apapun secara digital tanpa harus membebani otak dengan banyak memori.
So yang dibutuhkan saat ini adalah sifat:
“TANGGUH DAN
RESPONSIF”
Tangguh,
Tangguh adalah pantang menyerah, gigih dan terus berjuang, selalu memiliki harapan untuk mempu bertahan hingga mencapai tujuan. Pribadi yang selalu melihat sesuatu daru sudut pandang positif dan tidak cemen. Yakin dengak kekuatan sendiri, kembali bangkit ketika jatuh, tetap tersenyum ketiga gaduh dan tidak mengeluh.
Responsif,
Siapa yang pernah atau sering diabaikan? Hehe
Coba ingat-ingat di WA kita, berapa orang teman yang
cepat merespon dan memberikan respon positif atas pesan yang kita berikan dan
berapa orang yang slowrespon bahkan cuek.
Nah, saat ini dibutuhkan manusia-manusia yang
responsif, yaitu orang-orang yang cepat menanggapi, orang-orang yang mudah
tergugah hatinya, tidak masa bodoh, peduli dan tidak mengabaikan. Jelas di sini
adalah sifat yang mencerminkan karakter seseorang. Jadi please, jangan abai ya, kita harus memberikan
respon positif kepada siapa saja dalam situasi apa saja. Banyak senyum,
jernihkan air muka, pilih diksi-diksi yang baik saat bertutur kata dan jangan
jutek atau judes.
Orang pintar sudah banyak, bahkan banyak robot yang
bisa mengantikan kepintaran manusia. Namun, manusia tangguh dan responsif masih
langka. Jadi tugas kita sebagai pendidik untuk menjadi tangguh dan responsif
serta menularkan itu kepada anak didik kita.
Peeragogy
Peeragogy adalah pembelajaran yang didukung dengan
adanya kelompok-kelompok belajar teman sejawat. Pembelajaran ini membangun
kolaborasi antar peserta didik. Contohnya seperti pembelajaran di
komunitas-komunitas yang dibangun di WA, Telegram, dan media lainnya. Di sana
mereka akan berperan sebagai sekaligus kontributor. Guru tidak menjadi pusat
atau otoritas utama dalam pembelajaran, karena setiap siswa memiliki keahlian,
pengalaman, dan pengetahuan masing-masing yang mereka dapatkan dari berbagai
sumber.
Heutagogy
Heutagogy merupakan
pembelajaran yang ditentukan sendiri oleh pelajar secara mandiri dan
memiliki tanggung jawab penuh atas proses pembelajaran yang dilaksanakan.
Oke Readers, intinya adalah kita harus tumbuh
menjadi tangguh, tidak mudah mengeluh, dan tidak mengabaikan orang lain. Ingat
jangan slowrespon karena kita harus responsif.😍
Luar biasa, memang unsur tangguh dan responsif ini harus saling mendukung ya cekgu, jika keduanya sudah saling bersinergi maka akan muncul rasa tanggung jawab. Dan tudak ada kata "Abai dan mengabaikan"
BalasHapusIya mister, setuju, semoga kita bisa menjadi guru yang tangguh dan responsif 💪
HapusBarakallah Bu Titien. Ayo terus semangat belajar 👍👍
BalasHapusMasyaAllah... Ilmu yang sangat bermanfaat ibu. Benar sekali, kita harus selalu tangguh dan responsif, baik sebagai individu maupun sebagai pendidik. Sehingga, kita tidak mudah tergerus oleh perubahan yang semakin cepat seperti saat ini. Terima kasih ilmunya ibu. Berkah selalu
BalasHapusTerima kasih bu informasinya semoga berkah.. aamiin
BalasHapusAmin🙏
Hapus