Imajinasiku

 

Imajinasiku

Muridku di Masa Depan Menjadi Manusia Berakhlak Mulia, Humanis, Berketerampilan Abad 21,  Peduli Lingkungan, Cinta Damai, dan Cinta Indonesia



    Saya tidak punya visi yang lebai, keinginan  terdalam saya bukanlah melihat murid yang saya didik menjadi pejabat atau konglomerat. Jauh di lubuk hati terdalam keinginan saya adalah untuk mendidik mereka menjadi pribadi yang tangguh, tetapi tidak angkuh, yang kreatif tetapi tidak manupulatif, Jujur dan tidak takabur, Literat tetapi tidak berhati jahat. Saya ingin mereka mandiri tetapi tidak penyendiri,  menjadi pribadi yang idealis tatepi tidak egois. Saya ingin semua anak didik menjadi pribadi yang menyadari tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, peduli lingkungan dan tidak menjadi bagian dari penjahat alam. Dan tentu saja di atas itu semua saya memimpikan anak didik saya menjadi manusia yang bertakwa, sabar, selalu bersyukur dan berakhlak mulia.

      Ketika melukis gambar ini, saya seperti terbang ke masa depan, ingin melihat apakah semua mimpi menjadi kenyataan. Apakah semua yang saya upayakan kini terwujud nanti. Ini adalah mimpi saya. Saya memimpikan murid-murid yang tulus belajar untuk menimba bekal hidupnya. Saya percaya murid saya adalah pembelajar yang belajar dengan hati dan segenap jiwa raganya. Di sekolah saya mengutamakan pembelajaran bermakna dan murid di sekolah saya sadar betul bahwa saya menyayangi mereka saya dan guru lain di sekolah saya yakin untuk terus berjuang. Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahwa ini adalah perjuangan berat  yang butuh kesadaran dan pengorbanan serta kesungguhan.

Makna pernyataan visi bagi saya adalah sebuat impian yang harus diwujudkan

Harapan  dan cita-cita saya untuk murid, rekan pendidik, dan komunitas sekolah, kehidupan di daerah saya dan bangsa Indonesia adalah agar kita semua satu visi untuk menjadi manusia yang berpegang teguh pada kebenaran dan kejujuran, tidak bertindak licik hanya untuk mencapai visi pribadi untuk kepentingan individu dan kolega sendiri.  Saya memimpikan kehidupan yang lurus dengan niat ibadah hanya karena Allah azza wa jalla.

Yang selama ini menjadi keyakinan bersama dan menyatukan sekolah adalah bahwa, kualitas siswa ditentukan oleh kualitas guru, maka kita harus menjadi guru yang pantar untuk ditiru.

Saya tidak membeda-bedakan murid dari sekolah saya dengan murid dari sekolah lain, karena mereka sama-sama anak Indonesia yang berhak mendapatkan pendidikan dan contoh dari semua guru tanpa terbatas ruang dan waktu.

Kontribusi orang dewasa dan para pemangku kepentingan di sekolah dalam mewujudkan murid dengan profil pelajar pancasila adalah, guru, tenaga kependidikan dan semua orang dewasa di sekolah harus terlebih dahulu memiliki profil pancasila agar murid dapat memaknainya dengan mudah dalam pembiasaan di sekolah.

 Visi : 

Mewujudkan Siswa yang Berakhlak Mulia, Berjiwa Entrepreneurship dengan Keterampilan Abad 21, Memiliki profil Pelajar Pancasila dan Ramah Lingkungan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model dan Evaluasi Pembelajaran

Koneksi Antar Materi Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.4 Disiplin Positif

Aksi Nyata "Filosofi ki Hajar Dewantara"